Mengenal ZISWAF

Pengertian zakat :

Sebelum kita berbicara zakat mari kita lihat diferensisasi (perbedaan) antara shadaqah, Infaq, wakaf, maupun jariyah.

–   Shadaqah merupakan istilah yang paling umum, karena cakupannya yang luas, apa dan dalam bentuk apa shadaqah itu diberikan, seperti sabda Rasulullah SAW :

Dari Abu Hurairoh ra. “Setiap ruas tulang manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong seseorang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kakimu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan menyingkirkan rintangan di tengah jalan adalah sedekah” (H.R. Bukhari & Muslim). Dalam hadist yang lain dikatakan setiap kalimat tasbih shadaqah, senyum kepada sesama muslim juga merupakan bentuk shadaqah.

Shadaqah merupakan bentuk kejujuran dalam rangka implementasi/pembuktian iman dan bakti seorang muslim kepada Allah SWT.

–   Infaq adalah seluruh bentuk pembelanjaan atau pengerahan potensi/kemampuan kita dalam bentuk materil maupun non materi seperti keilmuan, pemikiran, skill dan sebagainya untuk syiar/kepentingan islam. Ada yang hukumnya wajib, seperti nazar, kafarat dan ada pula yang sunah seperti bantuan bencana, dana kemanusiaan dan lainnya.

–   Zakat : Mengeluarkan harta berdasarkan nishab tertentu (batas harta minimal yang wajib dikeluarkan zakatnya), pada waktu tertentu dan dialokasinya untuk golongan tertentu. Jadi zakat merupakan cabangan shadaqah yang diatur paling detail mengenai apa, siapa, kapan, berapa dan bagaiamana menyelenggarakannya.

Harta apa saja yang wajib dizakati, siapa yang berhak mengelola dan menerimanya, kapan ia harus dikeluarkan, contohnya zakat fitrah ketika dikeluarkan setelah shalat iedul fitri maka tidak dianggap sebagai zakat. Berapa ukuran banyaknya harta yang sudah wajib dikeluarkan zakatnya, kemudian bila sudah memenuhi syarat (nishab) maka berpa persentase yang dikeluarkan, seperti zakat penghasilan atau perdagangan misalnya, banyak yang mengangap bahwa ketika sudah memberikan uang atau beras dengan jumlah tertentu kepada tetangga misalnya, mereka menganggap itulah zakat mereka. Tanpa memperhatikan apakah memang sudah pas prosentasinya, atau hal-hal lain berkenaan dengan apa dan bagaimana seperti yang di bahas tadi. Subhanallah Maha Besar Allah yang telah memberikan washilah sistem yang sebenarnya tidak hanya diperuntukkan membangun perekonomian umat, tapi juga membangun peradaban yang lebih baik. Karena dalam tataran aplikasi zakat dalam pemberdayaannya meliputi pembinaan sosial, budaya kerja, moral spiritual dan hal terkait lainnya. Hal ini memang tidak akan terbayangkan bila zakat hanya berbicara seputar sembako dan hal konsumtif lainnya, walaupun itu juga merupakan bagian dari hal yang mesti diurus/dibenahi melalui zakat.

–   Jariyah : pemberian harta kepada orang lain yang pahalanya terus mengalir kepada pemberinya, meski pemberinya sudah wafat, karena kemanfaatannya bisa terus dirasakan. Seperti infaq pembangunan masjid, wakaf tanah untuk sarana umum atau ibadah, wakaf al-qur’an, bantuan becak, dsb.

–   Wakaf : Menahan harta yang dapat dimanfaatkan dengan dijamin kelestariannya, tidak melakukan tindakan hukum kepada benda tersebut,  tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Wakaf termasuk bagian dari amal Jariyah.

–   Fidyah merupakan kafarat/pengganti tidak melaksanakan shaum karena kondisi yang sangat berat seperti jompo, hamil, menyusui atau sakit berkepanjangan dengan cara memberi makan kepada fakir miskin dengan besaran biaya sama dengan biaya yang dikeluarkan satu orang untuk makan dalam satu hari.

Beikut diagram simulasi ZISWAF, untuk memahami perbedaan diantaranya :

  • Menurut Bahasa(lughat), zakat berarti : tumbuh; berkembang; kesuburan atau bertambah (HR. At-Tirmidzi), membersihkan atau mensucikan
  • Menurut Hukum Islam (istilah syara’), zakat adalah pengambilan harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan diberikan kepada golongan tertentu
  • As-Syafi’iah mendefinisikan zakat dengan “kewajiban atas sejumlah harta tertentu, untuk kelompok tertentu dan dalam waktu tertentu.”

Catatan : Hanya saja kita tidak seyogyanya berhenti menerjemahkan sunah dan wajib sebatas yang diambil dari istilah fiqh saja, yaitu yang sering dikatakan kebanyakan orang : “sunah kan bila dikerjakan dapat pahala bila tidak ya tidak apa-apa”. Karena banyak keutamaan yang tertuang dalam al-qur’an maupun hadist berkenaan i’tiba (mengikut) sunnah Rasul.


Perintah Zakat :

v  “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesunggunya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka.” (QS. 9. At-Taubah : 103)

v  “dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta. (QS. 51. Adz Dzariyat:19)

Ancaman bagi yang enggan berzakat :

ﻓﻲ ﻣﺎ ﻟﻚ ﺼﺩ ﻗﺔ ﻓﻼ ﺗﺧﺮﺟﻬﺎ ﻓﻳﻬﻟﻚﺍﺍﻟﺣﺮﺍﻡ ﺍﻟﺣﻼ ﻝ

Di dalam hartamu ada bagian zakat yang tidak dikeluarkan maka harta yang haram (harta zakat yang tidak dikeluarkan) akan menggerogoti/menghancurkan) harta halal yang kamu miliki.”  (HR. Bukhori, dari ‘Aisyah ra)

Macam-macam Zakat :

  1. Zakat Nafs (jiwa) disebut juga zakat fitrah.
  2. Zakat Maal (harta) :
Jenis Zakat Maal Contoh Nishob Jumlah Zakat Waktu
An’am (ternak)

Lainnya bisa di lihat dalam profile..

  • § Unta
  • § Sapi/kerbau/kuda
  • § Kambing
5 Unta

25 Unta

30 Sapi/kerbau/kuda

40 Sapi/kerbau/kuda

40 – 120 kambing

1 kambing

1 unta umur 1 th

1 ekor umur 1 th

1 ekor umur 2 th

1 kambing

1 tahun

Bacaan Niat Zakat :

ﻧﻭﻳﺕﺍﻥﺃﺧﺮﺝ ﺯﮐﺎﺓ (ﺍﻟﻓﻃﺮ/ ﺍﻟﻣﺎﻝ) ﻓﺮﺽ ﷲ ﺗﻌﻟﻰ

“Saya niat mengeluarkan zakat (fitrah/maal) fardhu karena Allah Ta’ala.”

Do’a Menerima Zakat :

ﺃﺟﺮﻙﺍﷲ ﻓﻰﻣﺎﺍﻋﻃﻳﺕ ﻭﺑﺎﺮﻙﺍﷲ ﻓﻰﻣﺎﺍﺑﻗﻳﺕ ﻭﺟﻌﻝﺍﷲ ﻟﻙ ﻃﻬﻭﺭﺍ

“Semoga Allah memberikan pahala dari apa yang anda berikan, memberkahi harta yang anda miliki dan menjadikannya sebagai wasilah pembersih jiwa dan harta anda.”

Penerima Zakat : ( QS. 9. At-Taubah : 60)

  1. Fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
  2. Miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
  3. Pengurus zakat: orang yang bertugas untuk mengumpulkan, mengelola dan mendistribusikan zakat.
  4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
  5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
  6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
  7. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
  8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Responses

  1. Assalaamu’alaikum warohmatullahi ta’ala wabarokatuh,
    Alhamdulillah, dapat juga referens untuk bahan kajian dan pemahaman kepada para jama’ah di mushola kami. syukron.
    Selamat menuniakan ibadah puasa Ramadhan, taqobbalallohu mina waminkum taqobbal yaa kariim.
    salaam; sofyan

  2. Alaikumsalam Warahmatullah wabarokatuh,
    Terima kasih saudara sofyan yang berkunjung ke blog kami yang masih sederhana ini, mudah-mudahan disini kita dapat berbagi ilmu dan amal, Insya Allah. Ditunggu saran dan kritiknya juga partisipasinya.
    ” Ingat zakat Ingat Adzikro”

  3. Terima kasih telah berkunjung di blog kami yang masih sederhana ini, semoga dapat menambah gudang ilmu buat kita semua,
    Ditunggu saran dan kritknya dan partisipasinya.

  4. Semoga Allah selalu merhoi kita semua sebagai hambaNYA

  5. assalamu’alikum wr.wb.
    Mohon penjelasan tentang pembagian hasil zakit:
    tempat saya cuma ada 4 gol yang bisa menerima zakat. terdiri dari; Amil, pisabilillah, pakir miskin, ,Muallaf.
    Pertanyaa: cara pembagiannya bagaimana?
    bagaimana pula mustahik yang tidak ada ?

  6. sukron ya akhi…

  7. Amiin … amiiin ya robbal alamin… mohon dukungannya supaya kami bisa amanah dalam menjalankan ibadah ini, ditunggu saran kritik nya

  8. Jazakallahu khairon katsir… sudah berkunjung ke blog kami, semoga bermanfaat bagi kita semua…amiin

  9. Alaikumsalam…
    Maaf kami baru menjawab pertanyaan saudara arie…
    Dari penerimaan zakat dibagi sesuai dengan mustahik yang ada di desa atau tempat tersebut…secara adil
    Begitu penjelasan yang dapat kami berikan
    Selebihnya kami mohon maaf atas segala kekurangan
    Wassalamualiakum


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: