Oleh: baituzzakat | Juli 29, 2009

Kisah Menarik, Inilah Hajiku…

Ini merupakan kisah yang membuat saya berkali kali tertarik untuk membacanya dan berkali kali juga menitikkan air mata..semoga bermanfaat dan menjadikannya cerminan bagi kita semua, Amien…)

Ada seseorang yg ingin menunaikan ibadah haji yg ke-3 kalinya, beliau merasa bimbang karena mendengar pendapat ulama bahwa kewajiban haji hanya satu kali, maka ia bertanya pada seorang ustadz. Ustadz tsb memohon maaf karena ia tidak bisa menjawab secara fikih tapi ia menceritakan sebuah kisah:

Dahulu pd jaman Tabi’in ada seorang ulama terkenal yg bernama Abdullah bin Mubarrak yang sedang menunaikan ibadah haji, setelah beliau selesai menunaikan seluruh syarat dan rukun haji beliau tertidur di tepi telaga zamzam, lalu dalam mimpinya beliau mendengar percakapan dua malaikat yg memperbincangkan bahwa dari sekitar 500 ribu orang yang mengerjakan ibadah haji tahun ini tidak ada seorang pun yang mabrur, tapi karena keikhlasan seorang hamba Allah yg bernama Muwaffaq, seorang tukang sepatu dari Baghdad, seluruh ibadah haji umat Islam pada tahun ini menjadi mabrur dan diterima oleh Allah SWT.

Abdullah tersentak bangun dari tidurnya, dan ia yakin bahwa ini bukan mimpi biasa maka pada hari itu juga beliau berangkat ke kota Baghdad dgn perjalanan tempuh selama berbulan bulan dan mengarungi padang pasir yg panas, akhirnya sampailah beliau di kota Baghdad.
Kedatangan beliau telah diketahui oleh masyarakat Baghdad karena beliau adalah seorang ulama terkenal, sesampainya disana setelah melakukan shalat sunnat dua rakaat beliau segera mencari dan bertanya kepada jamaah yg hadir apakah mereka mengetahui seorang tukang sepatu yg bernama Muwaffaq.Maka mereka pun menunjukkan rumahnya.

Sesampainya dirumah Muwaffaq, Abdullah bin Mubarrak langsung memeluknya, dan berkata, “ Duhai engkaulah yg menyelamatkan ibadah haji kami pada tahun ini.Amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Allah SWT tidak hanya ridha kepada Engkau tapi juga ridha kepada ibadah haji kami?”
Muwaffaq tertunduk diam. Tiba tiba ia berkata dengan suara tersekat, “ Alhamdulillah ya Allah, ternyata engkau terima juga hajiku akhirnya.” Air matanya mengalir dengan isak tangis kebahagiaan.
Abdullah dan seluruh rombongan yg hadir pada saat itu tidak mengerti mengapa Muwaffaq menangis bahagia.
Setelah tangisnya reda Muwaffaq bercerita..

“Sudah puluhan tahun saya rindu untuk menunaikan ibadah haji, begitu menggebu gebunya sampai terbawa mimpi, teramat sering saya bermimpi untuk dapat mencium hajar Aswad dan tawaf mengelilingi Ka’bah. Namun karena pekerjaan saya hanyalah seorang tukang sepatu saya hanya dapat mengumpulkan rejeki sedikit demi sedikit dan saya tabungkan hari demi hari.
Kemudian ia melanjutkan..

“Setelah sepuluh tahun menabung, pada suatu hari saya merasa bahwa uang itu sudah cukup untuk membawa saya pergi haji, dengan semangat yang menggebu gebu dan hati gembira dan berbunga bunga,saya ingin segera menyampaikan hasrat saya kepada istri saya.Ketika itu istri saya sedang hamil muda. Namun baru saja saya sampai didepan pintu, istri saya menyambut saya seraya berkata, “ Wahai suamiku syukurlah engkau sudah sampai. Dari tadi siang aku mencium bau masakan yang sangat enak, pergillah mintakan sedikit untukku. Rasanya aku mengidam masakan itu. Cepatlah suamiku, aku sudah tidak sabar untuk menikmati masakan itu.

“ Permintaan istri tercinta mngurungkan niat saya untuk bercerita tentang hasrat saya utk segera berhaji. Saya segera mengambil wadah dan keluar rumah mencari dimana bau masakan itu berasal. Hingga akhirnya saya sampai di rumah tua. Saya mengetuk pintu dan mengucapkan salam setelah menunggu sejenak, keluarlah seorang anak perempuan yang berusia sekitar 15 tahun. Wajahnya pucat dan lemah. Saya agak ragu apakah benar ia yang memasak masakan itu.
“ Wa alaikum salam.Ada apa paman?”, ia berkata dengan suara lirih.
Maka saya bercerita maksud saya mendatangi rumahnya, dan saya memohon padanya agar bisa memberi sedikit masakannya dan menggantinya dengan sedikit uang.
Gadis itu terdiam dan berlinang air mata sambil berkata, “ Maafkan saya, paman. Sebenarnya daging yang saya masak itu halal bagi kami tapi haram bagi paman.”
Saya langsung heran dan bertanya mengapa demikian?

Lalu gadis itu kembali berkata, “ Paman di rumah ini ada tiga anak yatim piatu. Saya dan dua adik saya yg masih kecil. Sejak orang tua kami meninggal nasib kami sangat sengsara. Ini hari ketiga kami menahan lapar.Adik adik saya sudah tidak sanggup lagi menangis dan mereka sudah tidak bersuara karena kelaparan, saya khawatir mereka meninggal, dan saya pun keluar mencari cari kalau-kalau ada yang ingin bersedekah.
“ Setelah berjalan cukup lama dan tubuh saya melemah, tidak ada juga yang mau menyisihkan makanan untuk kami, dalam keadaan seperti itu saya melihat seekor bangkai unta di pinggir jalan.Saya berpikir dari pada adik adik saya mati kelaparan maka saya ambil sebongkah daging bangkai itu dan itulah yang sekarang sedang saya masak, paman tentu tahu bagaimana hukumnya memakan daging bangkai, tapi bagi kami ini adalah makanan yang halal.”

Saat itu juga wadah yang saya bawa terjatuh, saya sungguh terkejut mendengar penderitaan gadis itu. Saya masuk ke rumah dan badan saya menggeletar menyaksikan dua anak kecil yang sedang memakan daging bangkai unta.
Saya peluk mereka dengan jiwa penuh penyesalan dan dosa. Saya tengadahkan wajah ke langit dengan mata tertutup seraya berkata, “ Ya Allah, sungguh zalim aku ya Allah. Tiga anak yatim piatu bertetangga dengan ku tapi aku tidak pernah memperdulikan nasib mereka.
Saat itu juga saya berlari pulang, saya kumpulkan pundi pundi uang yang tadinya akan saya gunakan untuk berhaji. Saya bergegas pergi ke sebuah kedai untuk membeli sekarung gandum, kemudian saya pikul sendiri gandum itu menuju rumah anak anak yatim itu. Sesampainya disana saya serahkan gandum dan pundi pundi uang kepada tiga anak yatim itu seraya berkata kepada Allah, “ Allahumma, Hadza hajji, Allahumma, huna hajji”..( Ya Allah, inilah hajiku. Ya Allah, disinilah hajiku)..

Dikutip dari buku My Dad My Pious Dad (Ayahku, Ayah yang shaleh )
Karangan Arsyl Ibrahim..
Semoga bermanfaat dan semoga Allah SWT memberi limpahan rahmat bagi pengarangnya dan bagi kita semua, Amien…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: