Oleh: baituzzakat | Februari 13, 2009

Membuat hidup lebih HIDUP

Bernapas (respirasi), makan (Nutrisi), buang kotoran (Sekresi/Eksresi) tumbuh, dan bergerak (mobilitas); begitulah hidup menurut para ahli ilmu hayat (Biologi). “Live is struggle” (Hidup adalah perjuangan), demikian menurut orang barat. “Hidup adalah pengorbanan”’ ucap sebagian orang lain, yang mungkin terlalu sering menjadi korban selama hidupnya. Bagi seorang muslim, hidup lebih dari semua itu. Bagi manusia yang sadar bahwa dirinya berasal dari Dzat Yang Maha Kuasa, dan faham bahwa ia akan kembali kepada-Nya, ia akan menjadikan hidupnya semata untuk mengabdi kepada-Nya. Hidup bukan sekedar menghirup ebanyak-banyaknya oksigen, menghabiskan sebanyak-banyaknya makanan, dan melumat sebanyak-banyaknya kesenangan, karena takut kesempatan akan segera habis dengan datangnya kematian. Itu sangat nihil. Hidup bukan sekedar berjuang dengan menjadikan kehormatan dan kemegahan sebagai garis finis. Pun bukan menjadi korban, apalagi korban dari ketidakmampuan menahan hawa nafsu. Bagi seorang muslim, sekali lagi, hidup adalah ibadah. “ Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku.” (QS.51/Adz-Dzariyat:56)

Siapapun kita, karyawan, pengusa, pegawai negeri, pegawao swasta, pelajar, pedagang, ibu rumah tangga atau mungkin calon wakil rakyat, sesungguhnya kita adalah sama, yaitu hamba Allah. Hidup yang kita jalani ini, juga berbagai kedudukan yang kita dapatkan didalamnya, hanyalah sarana yang diberikan Allah untuk mengabdi kepada-Nya. Karenanya, usaha terbesar kita seharusnya menjaga agar jangan ada meski sedetik dari hidup ini yang keluar dari koridor ibadah. Nah, agar hidup kita bernilai di hadapan Allah, maka kita harus mampu membuatnya lebih “HIDUP” , akni dengan memenuhi lima syarat berikut ini :

  1. (H) Hati Yang Bersih

Inilah yang menjadi landasan kita dalam menjalani kehidupan ini. Hati yang bersih, tulus, dan ikhlas. Bersihkan hati kita dari tujuan – tujuan selain Allah, seperti sekedar mencari keuntungan duniawi, mengumpulkan harta, atau memperoleh sebutan dan kehormatan di tengah manusia. Bersihkan hati juga hati kita dari sikap iri, dengki, bangga terhadap diri sendiri, sombong meski hanya terselip di sanubari seperti sisa makanan di sela gigi. Murnikan semuanya untuk Allah saja. Ingatlah, hati kita tidak bisa mendua; jika ada Allah disana, maka tak ada tempat bagi selain Dia, dan begitulah sebaliknya. Karena hanya dengan hati yang bersihlah kita dapat kembali kepada-Nya dengan selamat.

“Hari ketika harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang – orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. 26/AsySyu’ara:88-89)

  1. (I) Ilmu yang Bermanfaat

“ Barang siapa yang menghendaki dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yangmenghendaki akhirat maka harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menghendaki keduanya maka harus dengan ilmu.”(Al-Hadits)

Demikian sabda Rasulullah tentang pentingnya ilmu dalam kehidupan jelas, tak mungkin ada kesuksesan yang muncul dari lembah kebodohan. Kalaupun ada, maka kesuksesan itu hanyalah semu dan tinggal menunggu waktu untuk hancur. Dan tentu saja hidup yang seperti ini tak layak dipersembahkan kepada Dzat Pengauasa Alam Semesta. Seperti seorangyang berjalan tanpa arah yang dituju, begitulah hidup seorang yangtak berilmu. Sementara orang berilmu melangkah pasti di jalan yang terang benderang berkat pengetahuannya, orang bodoh malah tersaruk-saruk di dalam kegelapan dan semakin jauh tersesat.

Allah berfirman,”…Katakanlah : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui (berilmu) dengan orang – orang yang tidak mengetahui?” (QS.39/Az-Zumar:9)

Tak perlu bersusah payah memikirkan pertanyaan itu, karena Allah sendiri telah menjawabnya,..” Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ikmu pengetahuan beberapa derajat…”(QS.58/Al-Mujadilah:11)

  1. (D) Doa dengan penuh keyakinan.

Hal yang perlu dilakukan kemudian adalah senantiasa menjaga hubungan dengan sumber kehidupan, Allah Dzat Yang Maha Hidup, yaitu dengan berdoa. Kita tak uabhnya bohlam yang tidak memilik energi sendiri. Bohlam itu hanya dapat menyala jika tersambung dengan pusat energi. Dan Allah adalah pusat energi bagikita dan alam semesta. Jika kita ingin kuat menghadapi segala kepayahan dan masalah hidup, maka seyogyanya jiwa kita terus tersambung kepada-Nya.

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesunggguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS.40/Al-Mu’min : 60)

Itulah janji Allah, dan Dia tidak akan pernah menyalahi janji . Dia telah egitu pemurah untuk hal-hal yang tidak kita minta (Kehidupan ini misalnya\\,maka apatah lagi untuk hal-hal yang kita mintakan. Syaratnya, kita yakin padanya, jangan ada secuil pun keraguan menyelinap sementara kita berdoa. Itu saja, cukup. Dan dia pasti mengabulkan permohonan kita.

  1. (U) Usaha dengan penuh kesungguhan)

Kalau doa adalah bensin yang memenuhi tanki bahan bakar kehidupan kita, maka usaha adalah gerakan kita untuk menghidupkan mesin kehidupan itu dan melanjutkannya. Itulah yang akan membawa kita ketempat tujuan. Kita adalah supir darikehidupan kita sendiri. Allah memberi arah, dan kitalah angmenjalankannya. Karenanya, sia-sialah kita berhati bersih, berilmu tinggi, dan berdoa’a khusyu tapi tak pernah ada usaha yang kita lakukan.”…Sesungguhnya Allah tidak mengubah Keadaan suatu kaum sehingga merekamengubah keadaan yangada pada dirimereka sendiri…”(QS.13/Ar Ra’d:11)

  1. (P) Pasrah dan Rela Terhadap Ketentuan Allah

Hidup tak selalu sesuai keinginan kita. Kadang kebahagiaan yang bertandang, namun disaat lain kemalangan malah yang datang tanpa diundang. Keberhasilan dan kegagalan pun silihberganti menyambut setiap akhir usaha kita. Namun, jiwa seorang muslim yang dipenuhi keimanan sudah siap menerima itu. Pikirannya sudah maklum, hatinya pun telah lapang. Ia tidak pernah mendahului Rabb-nya menilai malanna, karena dia tahu Rabb-nya lebih tahu yang terbaik untuk para hamba-Nya.

“… Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akanmencukupkan (keperluan)nya…(QS.65/Ath Thalaq:2-3)

Wallahu’alam bish-shawab.

(Ditulis oleh : Al-Hafiz Ust. Ismail Prawira Kusuma S.Sos.i, Staff Pengajar Tahfidz Pesantren Adz-Dzikro)

Iklan

Responses

  1. Terima kasih atas nasehat yang sangat berguna.
    Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua.
    Amiiiiiiinnn

  2. doakan bisa saya amalkan, Ustadz


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: